Tulisan ini kurangkum dari sebuah koran langganan orang, hehehhee. Ya, nebeng baca berita. Kebetulan bagus dan lumayan terinpirasi, mungkin aja yg lagi nyasar ato nggak sengaja searching dan baca ini artikel bisa keinpirasi juga. Entah buat diri sendiri, adek, kakak, kakek, nenek, sodara, tetangga, dll lah... cekidoott aja deh.
![]() |
| Mbak Ollie |
Aulia Halimatussadiah, cewek kelahiran Yogyakarta ini berbisnis web Shelf Publishing (Pernerbit dan Percetakan on Demand) cek nulisbuku.com. Mbak Ollie *sapaan akrabnya* bikin web kayak gini biar para penulis bisa punya peluang agak lebar buat nerbitin bukunya lewat web ini dengan mudah dan murah *ennnnaakk :p*. Tentunya nggak lepas dari sebuah persyaratan yg kata Mbak Ollie sendiri nggak ruwet. Penulis ngirim naskah, trus bayar ongkos produksi sesuai dengan jumlah halaman. Naskah dicetak untuk koreksi awal, kalo udah cocok, iklan buku bakal ditampilin dihalaman web. Kalau ada permintaan penerbit baru mencetak bukunya, kata Mbak Ollie juga nih... nggak ada batas minimal pembelian buku *jadi nggak perlu sibuk nyari pembeli-paksa* hehehe.
Masalah harga jual buku, kata Mbak Ollie lagi... penulis yang nentuin harganya tapi ada harga batas minimal ongkos produksi. Harga dasar di banderol Rp 25 ribu per 100 halaman, royalti penulis 60% dari selisih harga dan ongkos produksi. Penulis juga berhak mencabut karyanya jika ingin dicetak oleh penerbit lain, Mbak Ollie bilang "Hak cipta milik penulis".
Buat sejarah Mbak Ollie bisa sampai ke bisnis ini, monggo dibaca sendiri di sumber yang udah dicantumkan. Yang pasti kesimpulanku dari kisah Mbak Ollie, 'Jangan membatasi tekad dengan keterbatasan' Mari berkarya... :)
Thanks To : Mbak Ollie, Koran Tempo, dan Orang-yg-ku-tebeng hehehe
Sumber : Koran Tempo edisi 21 November 2010
